SURAT AL LAHAB DAN AL KAFIRUN

MATERI PAI KELAS V SEMESTER I

Standar Kompetensi 1. Mengartikan Al Quran surat pendek pilihan
Kompetensi Dasar 1.1 Membaca Q.S. Al Lahab dan Al Kafirun

1.2 Mengartikan Q.S. Al Lahab dan Al Kafirun

Indikator 1.1.1 Menirukan bacaan Q.S.  Al Lahab

1.1.2 Melafalkan ayat-ayat dari Q.S.  Al Lahab

1.1.3 Mendemonstrasikan bacaan Q.S. Al Lahab

1.1.4 Menirukan bacaan Q.S.  Al Kafirun

1.1.5 Melafalkan ayat-ayat dari Q.S. Al Kafirun

1.1.6 Mendemonstrasikan bacaan Q.S. Al Kafirun

1.2.1 Menyebutkan arti Q.S. Al Lahab

1.2.2 Menjelaskan isi kandungan Q.S. Al lahab

1.2.3 Menerapkan isi Q.S. Al lahab dalam

Kehidupan

1.2.4 Menyebutkan arti Q.S. Al Kafirun

1.2.5 Menjelaskan arti Q.S. Al Kafirun

1.2.6 Menerapkan arti Q.S. Al Kafirun dalam

kehidupan

  1. Membaca Q.S. Al Lahab

Bacalah Q.S. Al Lahab berikut ini sesuai dengan kaidah tajwid!

بسم الله الرحمن الرحيم

  1. تبت يدى ابي لهب وتب
  2. مآ اغنى عنه ما له وما كسب
  3. سيصلى نارا ذات لهب
  4. وامرأ ته حمالة الحطب
  5. في جيدها حبل من مسد

Keterangan Bacaan

  •  Lafaz يدى ابي merupakan bacaan mad jaiz munfasil sebab ada mad tabi’i bertemu dengan hamzah di lain kata. Cara membacanya dibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
  •  لهب وتب dibaca idgam bi gunnah sebab tanwin bertemu dengan huruf wawu.
  • وتب merupkan bacaan qalqalah qubra, dibaca memantul, karena ba’ adalah huruf qalqalah yang dibaca waqaf.
  • مآ اغنى merupakan bacaan mad jaiz munfasil sebab ada mad tabi’i bertemu dengan hamzah di lain kata. Cara membacanya dibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
  •  عنه dibaca izhar halqi (jelas) sebab nun sukun bertemu dengan ha’.
  • Pada lafaz  ما له  huruf mim dibaca panjang karena berharakat fathah diikuti alif (mad tabi’i). Huruf ha’ juga dibaca panjang dua harakat sebab merupakan ha damir dan sebelumnya huruf berharakat hidup (mad silah).
  • كسب merupkan bacaan qalqalah qubra, dibaca memantul, karena ba’ adalah huruf qalqalah dan dibaca waqaf.
  •  نارا ذات  ra tanwin bertemu huruf zal merupakan bacaan ikhfa’ haqiqi sehingga harus dibaca samar.
  •  حمالة huruf mim berharakat tasydid sehingga dibaca gunnah atau dengung.
  • الحطب merupakan bacaan alif lam qamariyah, maka lam sukun dibaca jelas.
  • في جيدها  huruf fa’, jim, dan ha’ dibaca panjang 1 alif atau 2 harakat karena merupakan bacaan mad tabi’i.
  • حبل  huruf ba’ adalah huruf qalqalah. Huruf tersebut terletak di tengah dan berharakat sukun, maka dibaca qalqalah sugra.
  • حبل من terdapat tanwin diikuti huruf mim, dinamakan bacaan idgam bi gunnah. Tanwin tidak dibaca namun diganti huruf mim.
  • من مسد terdapat nun sukun diikuti huruf mim, dinamakan bacaan idgam bi gunnah. Nun sukun tidak dibaca namun diganti huruf mim.

B.     Arti Q.S. Al Lahab

تبت يدى ابي لهب وتب

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
مآ اغنى عنه ما له وما كسب
Tidaklah berguna kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
سيصلى نارا ذات لهب
Kelak ia akan masuk kedalam api yang bergejolak.
وامرأ ته حمالة الحطب
Demikian juga istrinya, pembawa kayu bakar.
في جيدها حبل من مسد
Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Pengayaan.

Nama Al Lahab diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ke tiga yang artinya api yang menyala atau gejolak api. Q.S. Al Lahab terdiri dari 5 ayat. Q.S. Al Lahab diturunkan di kota Mekah sehingga dinamakan surat Makiyah. Surat ini turun setelah Q.S. Al Fath dan berada pada urutan ke 111.  Surat ini juga dinamakan Al Masad.

Q.S. Al Lahab menceritakan Abu Lahab dan istrinya yang senantiasa menentang dakwah Rasulullah. Keduanya akan celaka dan dimasukkan ke dalam neraka. Harta Abu Lahab dan apa saja yang diusahakannya di dunia tidak akan dapat menolongnya ketika di akhirat.

Abu Lahab memiliki nama asli Abdul Uzza bin Abdul Mutalib. Ia merupakan salah satu paman Nabi Muhammad SAW. yang tidak beriman kepada Allah, bahkan ia menjadi penentang keras dakwah Rasulullah.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa suatu ketika Rasulullah naik ke Bukit Safa sambil berseru, “Mari berkumpul pada pagi hari ini!” Maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullh bersabda, “Bagaimana pendapat kalian, jika aku beritahukan musuh akan datang besok pagi atau petang. Apakah kalian percaya padaku?” KaumQuraisy menjawab, “Pasti kami percaya.” Rasulullah bersabda, “Aku peringatkan kalian, bahwa sesungguhnya siksa Allah yang dahsyat akan datang.” Mendengar dakwah tersebut, Abu Lahab mengumpat dan memaki Rasulullah. “Celakalah engkau! Apakah hanya untuk ini kau kumpulkan kami?”  Maka Allah menurunkan Q.S. Al Lahab ayat 1-5 yang menjelaskan bahwa sesungguhnya kecelakaan akan menimpa orang yang menghalangi dan menentang dakwah Rasulullah.

Q.S. Al Lahab ayat ke empat bercerita tentang istri Abu Lahab yang akan menyertai Abu Lahab masuk neraka. Istri Abu Lahab bernama Urwah binti Harb dan lebih terkenal dengan sebutan Ummu Jamil. Dia disebut sebagai pembawa kayu bakar yang arti sebenarnya adalah penebar fitnah terhadap Rasulullah dan Islam. Ummu Jamil sering menebar duri di jalanan yang akan dilalui Rasulullah dan para sahabatnya dan mereka pun terluka. Atas kekejaman mereka itulah maka Allah mengancamnya akan memasukkan mereka ke dalam gejolak api.

  1. Q.S. Al Kafirun

بسم الله الرحمن الرحيم

١  قل يآأيها الكافرون

٢  لآ أعبد ما تعبدون

۳  ولآ أنتم عابدون مآ أعبد

٤  ولآأنا عابد ما عبدتم

٥  ولآ انتم عابدون مآ أعبد

٦  لكم دينكم ولي دين

Keterangan bacaan:

  • Pada ayat pertama terdapat bacaan mad jaiz munfasil yaitu kata يآأيها Huruf ya’ dibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
  •  الكافرون merupakan bacaan alif lam qamariyah sehingga lam sukun dibaca jelas. Di dalamnya juga terdapat bacaan mad tabi’i, yaitu ra’ dummah diikuti wawu sukun, maka ra’ harus dibaca panjang 1 alif atau 2 harakat.
  •  لآ أعبد merupakan bacaan mad jaiz munfasil sebab ada mad tabi’i bertemu dengan hamzah di lain kata. Cara membacanya dibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
  • تعبدون adalah bacaan mad arid lissukun, mad tabi’i diikuti huruf yang dibaca waqaf. Huruf dal boleh dibaca 2/ 4/ 6 harakat.
  • Lafaz  أنتم merupakan bacaan ikhfa’ haqiqi karena nun sukun bertemu dengan ta’. Huruf nun dibaca samar.
  •   أعبد dibaca qalqalah qubra karena dal dibaca waqaf.
  •   ولآأنا adalah bacaan mad jaiz munfasil. Huruf lam dibaca panjang 5 harakat atau 2,5 alif.
  •  لكم دينكم mim sukun ketika bertemu huruf selain mim dan ba’ maka harus dibaca jelas (izhar syafawi)
  1. Arti Q.S. Al Kafirun

قل يآأيها الكافرون

  1. Katakanlah wahai Muhammad, “Hai orang-orang kafir”.

لآ أعبد ما تعبدون

  1. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

ولآ أنتم عابدون مآ أعبد

  1. Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah.

ولآأنا عابد ما عبدتم

  1. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

ولآ انتم عابدون مآ أعبد

  1. Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah.

لكم دينكم ولي دين

  1. Untukmulah agamamu dan untukku agamaku.

Pengayaan:

Q.S. Al Kafirun terdiri dari 6 ayat, merupakan surat makiyyah. Surat ini diturunkan sesudah Q.S. Al Ma’un. Al Kafirun artinya orang-orang kafir, yaitu diambil dari ayat pertama surat ini.

Surat ini berisi tentang pernyataan Tuhan yang disembah oleh Nabi Muhammad dan umatnya bukanlah tuhan yang disembah oleh orang-orang kafir. Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar memberi penegasan kepada kaum kafir bahwa dia tidak akan pernah menyembah tuhan yang mereka sembah.

Sebab turunnya ayat ini adalah suatu ketika kaum kafir Quraisy mempengaruhi Nabi dengan menawarkan kekayaan yang sangat melimpah. Tipu daya mereka ini disampaikan dengan kata-kata, ”Inilah yang kami sediakan bagimu wahai Muhammad, dengan syarat engkau tidak menjelek-jelekkan dan memaki tuhan kami. Selain itu sembahlah tuhan kami selama beberapa saat setelah itu kami akan menyembah Tuhanmu pula selama beberapa waktu.” Rasulullah menjawab, ”Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku.”

Surat ini turun berkaitan dengan perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Selain itu turun pula Q.S. Az Zumar ayat 64 sebagai perintah menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad, ”sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami menyembah berhala selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula.” Maka turunlah Q.S. Al Kafirun tersebut.

Selain itu disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Al Aswad bin Mutalib bertemu dengan Rasulullah dan berkata, ”Wahai Muhammad, mari kita bersama-sama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami.” Maka Allah menurunkan Q.S. Al Kafirun.


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s